Life Like That

A Brand New Life

Ayat-Ayat Sabar from Ayat-Ayat Cinta

Selepas 2 minggu wan bagi aku novel ayat-ayat cinta.akhirnya aku baca jugak.walaupun malas.wan paksa aku baca novel ni siap datang kat aku suruh baca.aku pun tak tau kenapa.so ni yang aku baca skip-skip.n dibawah beberapa pengajaran tentang kepercayaan kepada takdir dan kesabaran.

thanks wan sbb bagi softcopy novel ni kat aku walaupun aku tak mintak.siap paksa aku tengok movie lagi.nak offer dvd pirate dia suruh aku pinjam.

Petikan dari novel Ayat-Ayat cinta

1. Di sini, sebelum di akhirat nanti, aku akui dengan sejujurnya Fahri tidak bersalah. Dia bersih. Dan kepadanya dan kepada keluarganya serta siapa saja yang terzhalimi atas kebodohanku aku mohon maaf yang sebesar-besarnya. Aku memang ditakdirkan untuk hidup malang di dunia. Namun aku bertekad memperbaiki diri agar tidak malang di akhirat kelak.”

Aku teringat nasihat Syaikh Utsman agar selalu menjaga keikhlasan menerima takdir Ilahi setelah berusaha sekuat tenaga.

2. Noura dan keluarganya beberapa kali memandangku dengan pandangan yang merendahkan. Apapun yang akan terjadi aku pasrah kepada Tuhan.

3. Dua menit setelah mereka keluar, Syaikh Ahmad datang bersama Ummu Aiman. Syaikh Ahmad berusaha tersenyum padaku. Beliau memelukku pelan sambil mendoakan kesembuhanku. Ia tahu aku sakit dari Mishbah yang ketika shalat shubuh mengabarkan padanya. Syaikh Ahmad memberikan sedikit tadzkirah yang membesarkan hatiku dan menguatkan jiwaku.

“Pintu-pintu surga terbuka lebar untuk orang yang sabar menerima ujian dari Allah!”

4. Aku gemes sekali padanya. Pada Aisha. Ia menggodaku. Kukirim sms padanya. Sebab jika kutelpon takut tidak dia angkat. Percuma.

“Aisha, aku sangat merindukanmu.” Tulisku.

“Aku sudah tahu. Bersabarlah. Allah mencintai orang-orang yang bersabar.” Jawab Aisha. Aku menghela nafas panjang. Aku ingin shalat malam.

5. “Aisha kau sudah hidup di dunia baru. Kuatkanlah dirimu dengan takwa. Minta tolonglah kepada Allah dengan shalat dan kesabaran. Dan layanilah suamimu dengan sebaik-baiknya. Ridha suamimu adalah surgamu,” suara Bibi Sarah terdengar parau.


6. Dan yang tak kalah bahagianya hatiku adalah kunjungan Syaikh Prof. Dr. Abdul Ghafur Ja’far bersama puteranya yang bernama Umar. Beliau berpesan agar aku bersabar dan tidak pernah putus asa sedetikpun atas datangnya rahmat Allah Swt.

7. Syaikh Ahmad meminta saya tenang. Wa man yattaqillaha yaj’al lahu makhraja. Siapa yang bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan untuknya jalan keluar.

About these ads

November 15, 2008 - Posted by | Uncategorized

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: